Seuramoe » Kegiatan » Public Hearing dengan Dinas Kehutanan Aceh Besar

Public Hearing dengan Dinas Kehutanan Aceh Besar

14 June 2011 » Oleh

Meningkatkan Peranan Masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk Penyelamatan Hutan Seulawah

Hutan merupakan karunia alam yang memiliki potensi dan fungsi untuk menjaga keseimbangang lingkungan. Hutan yang berada di kawasan pegunungan mempunyai peran yang penting dalam menjaga dan mempertahankan keseimbangan ekologis, keberadaannya sangat bermanfaat bagi proses kehidupan yang berada di sekitarnya.

Selama ini, fungsi dan potensi hutan semakin menurun, seiring dengan berkurangnya luasan yang dapat dipertahankan. Berbagai aktivitas manusia dilakukan untuk mengubah fungsi hutan secara ekologis menjadi pemanfaatan lahan secara ekonomis. Kerusakan hutan umumnya diakibatkan oleh penebangan besar-besaran, pembukaan lahan untuk perkebunan, transmigrasi atau pembangunan perumahan, maupun pertambangan. Hal ini tentu saja akan menimbulakn fenomena baru bagi kawasan yang selama ini menggantungkan proses kehidupannya pada keberadaan hutan.

Menanggapi akan pentingnya hutan dan sebagai langkah tindak lanjut dari public hearing (23/5) yang dilaksanakan oleh Saree School, maka pada tanggal 13 juni 2011, diadakan diskusi masyarakat dengan Dinas Kehutanan dan Perekebunan Aceh Besar, yang bertempat di Training Centre Saree School, Saree.

Diskusi yang berlangsung selama 2 jam ini, membahas tentang status hutan, illegal logging dan proses reboisasi. Menurut Dhia Uddin (perwakilan pemuda dari Lamtamot), sampai saat ini belum ada kejelasan tentang status hutan (hutan lindung, hutan rakyat, hutan kemukiman, hutan industri) dan tapal batas hutan dari pihak dinas terkait, sehingga masyarakat masih serampangan dalam mengelola hutan, sebagai contoh nya banyak hutan lindung yang telah ditanami dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat.

Oleh karena itu untuk mengembalikan fungsi hutan, maka Dinas Kehutanan dan Perkebunan, dapat bekerjasama dengan masyarakat setempat, dengan melibatkan mereka dalam program penyuluhan hutan, sehingga rasa tanggung jawab akan muncul dalam diri mereka, ungkap Nurdin Juned (Perwakilan dari PPKS). Untuk peremajaan kembali hutan, maka Dinas Kehutanan dan Perkebunan akan mengadakan program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang pada tahun ini, difokuskan di Lon Asan, Panca Kubu, Saree Aceh dan Suka Mulia.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap arti penting kawasan Gunung Seulawah sebagai kawasan penyangga. Dan dari pihak pemerintah mampu menampilkan evaluasi dari system pengelolaan yang sudah dilakukan dan memperbaiki wacana alternatif dalam memperbaiki kualitas lingkungan.