Dalam rangka meningkatkan proses pembangunan kawasan seulawah, maka pada selasa 19 Juli 2011 betempat di Gedung Serbaguna Kantor Camat Seulimum, Saree School bekerjasama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Seulawah (Forkamasa – kelompok binaan Saree School) mengadakan seminar pembangunan yang bertemakan meningkatkan potensi wilayah melalui pengembangan komoditi unggulan masyarakat setempat.
Seminar pembangunan ini, selain dihadiri oleh 80 peserta yang bersal dari 32 Gampong di kawasan Seulawah, juga dihadiri oleh Pejabat pemerintah setempat, diantaranya Anwar Ahmad, SE, Ak (Wakil Bupati Aceh Besar), Ir. Zulkifli Rasyid, M.Si (Kepala Bappeda Aceh Besar) dan beberapa perwakilan dari DPRK Aceh Besar, Saifuddin (Ketua) Sulaiman Ali (Wakil Ketua) dan Syarbini (Anggota Komisi A bidang Pemerintahan)
Pada seminar ini, diawali dengan pemaparan konsep pembangunan Seulawah oleh Andi Rizal (Direktur Saree School), menurut Andi, Seulawah merupakan pintu gerbang Aceh untuk menuju ibukota provinsi yang memiliki sumber daya alam yang sangat potensial, sehingga untuk pengembangan sector riil adalah langkah awal yang harus di tempuh untuk memakmurkan masyarakat melalui pengembangan sector ekonomi. Selain itu Seulawah juga akan menjadi pusat pengembangan biotermal sebagai pusat pengembangan industri dan juga sumber air yang ada bisa dimanfaatkan untuk pengembangan mikrohidro (listrik tenaga air).
Sementara itu Keuchik Zakaria (forkamasa), menyampaikan bahwa pembangunan yang dilakukan selama ini terkendala oleh kirangnya sosialiasi dari pihak pemda dan masih membutuhkan lobby yang sangat tinggi, sehingga program yang dilaksanakan masih terkesan asal jadi.
Dalam menanggapi hasil pemaparan yang dilakukan oleh Saree School dan Forkamasa, Wakil Bupati Aceh Besar, Anwar Ahmad, SE, Ak mengatakan, bahwa pembangunan wilayah seulawah harus kita konsepkan bersama dengan melibatkan semua pihak, dan untuk kedepannya harus dimasukkan ke dalam peraturan pemeritah daerah, sehingga bisa menjadi acuan bersama dalam pengembangan kawasan seulawah, Anwar juga menambahkan bahwa pembangunan di gampong jangan hanya mengharapkan dana dari APBD, tetapi gampong dan masyarakat juga harus mandiri.
Sebelumnya, Ketua DPRK Aceh Besar, Saifuddin memaparkan bahwa program pembangunan pengembangan seulawah yang selama ini dilakukan telah difokuskan pada 3 sektor riil, yaitu pertanian, peternakan dan perkebunan. Ditambahkan ketua DPRK, bahwa selain itu juga sekolah kejuruan yang ada di Saree (kawasan seulawah) diharapkan mampu menjadi agen perubah dan tenaga pendamping dalam pengembangan kawasan tersebut, sehingga mampu
Dengan adanya seminar pembangunan ini diharapkan, akan terbentuknya komunikasi masyarakat dalam membangun seulawah dengan pihak lainnya (pemda, investor dan lain sebagainya), dan akan lahirnya konsep baku yang kemudian dapat dituangkan dalam qanun pembangunan seulawah Aceh Besar.











